MISTERI BILANGAN PERTANDA AL-MAHDI (Bagian 4)

DIALAH MUHAMMAD BIN ABDULLAH

Oleh : Ustad Ihsan Tanjung

Inilah babak kehidupan yang sangat dinantikan umat Islam, yaitu Imam Mahdi. Di saat itulah, umat manusia merindukan tegaknya keadilan dan kedamaian. Lahirnya juru selamat, menandakan berakhirnya babak mulkan jabariyyan, pemerintahan dan kekuasaan dictator. Siapakah Imam Mahdi itu? Untuk mendapat penjelasan yang lengkap, wartawan Azzikra Muhammad Muslih Aziz menemui Ustad Ihsan Tanjung, yang banyak mengkaji rujukan hadist soal Imam Mahdi berikut petikannya:

Siapakah sebenarnya Imam Mahdi itu?

Imam Mahdi adalah seorang muslim keturunan nabi yang akan dipilih oleh Allah SWT untuk menghancurkan semua bentuk kezaliman dan menegakkan keadilan di muka bumi sebelum datangnya hari kiamat. Jadi ia adalah salah satu tanda di antara tanda-tanda berakhirnya kehidupan. Dia adalah Muhammad bin Abdullah. Seperti dijelaskan dalam sebuah hadis Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Thabrani “Sungguh, bumi ini akan dipenuhi oleh kezaliman dan kesemena-menaan. Dan apabila kezaliman serta kesemena-menaan itu telah penuh, maka Allah SWT akan mengutus seorang laki-laki yang berasal dari umatku, namanya seperti namaku, dan nama bapaknya seperti nama bapakku (Muhammad bin Abdullah). Maka ia akanmemenuhi bumi dengan keadilan dan kemakmuran, sebagaimana ia (bumi) telah dipenuhi sebelum itu oleh kezaliman dan kesemena-menaan. Di waktu itu langit tidak akan menahan setetes pun dari tetesan airnya, dan bumi pun tidak akan menahan sedikitpun dari tanaman-tanamannya. Maka ia akan hidup bersama kamu selama 7 tahun, atau 8 tahu, atau 9 tahun.” (HR. Thabrani)

Imam Mahdi sebenarnya adalah sebuah “nama gelar” sebagaimana dengan gelar khalifah, amirul mukminin dan sebagainya. Nama aslinya adalah Muhammad sama seperti nama Nabi Muhammad sedangkan nama ayahnya pun sama seperti nama ayah Nabi Muhammad yaitu Abdullah. Imam mahdi dapat diartikan secara bebas bermakna “Pemimpin yang telah diberi petunjuk” Dalam bahasa Arab kata Imam berarti pemimpin adapun mahdi adalah orang yang mendapat petunjuk.

Lalu kapan dan bagaimana proses kemunculannya?

Tidak ada seorangpun di muka bumi ini yang mengetahui pasti kapan Imam Mahdi itu turun, kecuali Rasulullah. Karena beliau dimbing wahyu. Labih baik kita merujuk pada hadis nabi “Aku kabarkan berita gembira mengenai Al Mahdi yang diutus Allah di tengah-tengah umatku ketika banyak terjadi perselisihan antar manusia dan gempa-gempa. Ia akan memenuhi bumi ini dengan keadilan dan kejujuran, sebagaimana (bumi ini) sebelum itu dipenuhi oleh kezaliman dan kesewenang-wenangan.

Berdasar rujukan hadis, apa prakondisi sebelum kemunculan Imam Mahdi?

Pra kondisi menjelang datangnya imam Mahdi yaitu sering terjadi pertikaian dan perselisihan antar manusia dan tidak henti-hentinya gejala alam mendatangi manusia berupa gempa demi gempa. Apakah saat ini sudah menunjukkan itu? Wallahualam. Anda bisa menyimpulkan sendiri. Bahkan ada sebuah hadis yang menyebutkan tentang di mana kondisi kita saat ini. Kata Nabi SAW, “Masa kenabian (an nubuwaah) akan berlangsung pada kalian dalam beberapa tahun kemudian Allah mengangkatnya. Setelah itu datang masa kekhalifahan mengikuti pola (manhaj) kenabian (khalifah ‘ala manhaajin nubuwwah) selama beberapa masa hingga Allah mengangktanya. Kemudian datang masa raja-raja yang memaksakan kehendak atau diktator (mulkan jabariyyan) dalam beberapa masa hingga waktu yang ditentukan Allah. Setelah itu akan terulang kembali kekhalifahan mengikuti pola kenabian. Kemudian Rasulullah SAW terdiam”                                           (Hadis Marfu’ riwayat Imam Ahmad dari An Nu’man bin Basyir)

Nah, dari hadis ini berarti tiga babak kehidupan sudah berlalu. Saat ini kita sedang masuk dalam babak keempat. Babak pertama yaitu pada masa Nabi. Babak kedua adalah periode al Khulafaur Rasyidun yaitu masa Abu Bakar, Umar bin Khattab, Usman bin Afan dan Ali bin Abi Thalib, radhiya Allahu ‘anhum ajma’in . Babak ketiganya adalah amsa pemerintahan para khalifah hingga berakhirnya kekhalifahan Usmaniyah di Turki.

Kenapa disebut dengan mulkan ‘aadhan atau raja-raja yang menggigit? Karena raja-raja saat itu memang mereka memegang Al Quran tetapi tidak dijadikan amal. Dan semua sudah berakhir setelah kekhalifahan Usmaniyah. Sementara babak keempat adalah babak kita saat ini, mulkan jabariyyan, pemerintahan yang dictator atau kekuasaan yang memaksa. Berbagai firnah dan bentuk kedzaliman mencuat demikian hebat. Sampai fitnah besar pada akhirnya terjadi yaitu keluarnya Dajjal la’natullah. Rasulullah SAW bersabda : “Sungguh fitnah yang terjadi di antara kalian lebih aku takuti dari fitnah Dajjal dan tiada seorang yang dapat selamat dari fitnah sebelum fitnah Dajjal melainkan akan selamat pula darinya (Dajjal) dan tiada fitnah yang dibuat sejak adanya dunia ini, baik kecil ataupun besar, kecuali untuk fitnah Dajjal” (HR Ahmad, 5/389)

Bagaimana situasi di babak empat ini?

Babak keempat ini merupakan fase perantara dari tanda-tanda besar di mana kiamat akan terjadi. Akan terjadi nanti peperangan menjelang datangnya Imam Mahdi. “Kalian akan menjalin perdamaian dengan Rum (Eropa) dalam perdamaian yang aman. Lalu kalian akan bersama mereka memerangi musuh yang ada di belakang mereka”  (HR Ahmad)

Bahkan nanti ada tiga peristiwa yang mengindikasikan Imam Mahdi benar-benar telah datang.                                                                                                                                   Pertama, sebuah perselisihan hebat paska wafatnya seorang pemimpin.                  Kedua, pembaitan paksa di depan Ka’bah oleh sekelompok muslim kepada seorang yang telah diangkat menjadi Imam Mahdi.                                                                                     Ketiga, terbenamnya pasukan pemburu Al Mahdi di al baida, sebuah padang pasir dari arah Syam.                                                                                                                                          “Pada suatu hari tubuh Rasulullah SAW bergetar dalam tidurnya. Lalu kami bertanya, Mengapa engkau melakukan sesuatu yang belum pernah engkau lakukan wahai Rasulullah?” Rasulullah SAW menjawab “Akan terjadi suatu keanehan, yaitu bahwa sekelompok orang dari umatku akan berangkat menuju Baitullah (Ka’bah) untuk memburu seorang laki-laki Quraisy yang pergi mengungsi ke Ka’bah. Sehingga apabila orang-orang tersebut telah sampai ke padang pasir, maka mereka ditelan bumi.” Kemudian kami bertanya “Bukankah di jalan padang pasir itu terdapat bermacam-macam orang?” Beliau menjawab “Benar, di antara mereka yang ditelan bumi tersebut ada yang sengaja pergi untuk berperang, dan ada pula yang dipaksa untuk berperang, serta ada pula orang yang sedang berada dalam suatu perjalanan, akan tetapi mereka binasa dalam satu waktu dan tempat yang sama. Sedangkan mereka berasal dari arah (niat) yang berbeda-beda. Kemudian Allah akan membangkitkan mereka pada hari berbangkit, menurut niat mereka masing-masing” (HR Bukhari Muslim)

Tapi perlu anda ketahui, kemunculan Imam Mahdi bukan karena kemauan Imam Mahdi sendiri melainkan karena takdir Allah yang pasti berlaku. Bahkan manusia yang ditunggu-tunggu ini sendiri tidak menyadari bahwa dirinya adalah Imam Mahdi melainkan setelah Allah WT mengislahkannya dalam suatu malam, seperti yang dikatakan dalam sebuah hadis berikut, “Al Mahdi berasal dari umatku, yang akan diislahkan oleh Allah dalam satu malam.” (HR Ahmad dan Ibnu Majah)

Lalu apakah yang harus kita lakukan kalau semua indikasi-indikasi itu benar-benar terjadi?

Rasulullah bersabda: “Ketika kalian melihatnya, maka berbaitlah dengannya, walaupun harus merangkak di atas salju karena sesungguhnya dia adalah Khalifatullah al Mahdi (HR Ibn Majah)”. Sesulit apa pun kondisi kita, jika kita sudah mendengar bahwa Imam Mahdi itu benar-benar telah datang kita harus segera berbaiat kepadanya, Satu hal yang perlu dicatat, Imam Mahdi tidak membawa ajaran baru. Ajaran beliau adalah Al Quran dan sunnah Nabi SAW. Bagaimana kelanjutan episode kehidupan manusia saat itu?

Hura-hura akhir zaman benar-benar terjadi. Peperangan demi peperangan (ghazawaat) akan terus berlangsung. Saat itu kekacauan, kesewenang-wenangan dan kezaliman semakin menjadi. Sebagai pemimpin beliau akan memimpin langsung setiap peperangan melawan kekufuran. Dan saat itu Allah begitu mudah menurunkan kekuatan dan kemenangan bagi umat Islam. Sampai-sampai batu dan tumbuh-tumbuhan turut membantu memberikan informasi tentang keberadaan orang-orang Yahudi dan kaum kafir lainnya.

Beberapa peperangan yang akan diikuti Imam mahdi adalah seperti diceritakan dalam sebuah hadis. Imam Mahdi akan memerangi dan mebersihkan kaum kuffar di semenanjung Arab (taghzuuna jaziiratal ‘arabi fayaftahuha Allah). Lalu pasukan bergerak menuju Persia (Iran).                                                                                                                           Dan kemenanganpun diraihnya (tsuma taghzuunar ruum fayaftahuhaa). Peperangan kembali berkobar, bahkan bertabah sengit. Kali ini merupakan puncaknya peperangan yaitu perang melawan Dajjal dan pasukannya. Kembali pasukan Imam Mahdi yang kali ini mendapat support dari nabi Isa keluar sebagai pemenangnya.

Apa saja keberhasilan Imam mahdi, termasuk dalam menumpas Dajjal. Berdasar hadis, memberi kemenangan saat melawan Persia atau Iran, tidak disebutkan dalam hadis itu, kegiatan peperangan. Bisa saja memang tidak ada peperangan di sana. Tetapi kenapa juga harus ke Iran? Wallahualam. Bisa jadi karena memang                      fiihim al musykilaat. Di Iran memang ada masalah. Semasa kepemimpinannya sela sekitar 7 tahun atau 9 tahun, Imam mahdi mampu membawa tatanan kehidupan yang lebih adil, jujur dan makmur, Kemenangan demi kemenangan yang diraih Imam Mahdi dan pasukannya membuat murka raja kedzaliman (Dajjal) sehingga membuatnya keluar dari persembunyiannya dan berusaha membunuh Imam Mahdi serta para pengikutnya.

Kekuasaan dan kehebatan Dajjal sebenarnya bukanlah lawan tanding Imam Mahdi. Maka, Allah menurunkan Nabi Isa dari langit yang bertugas membunuh Dajjal. Imam mahdi dan nabi Isa akan bersama-sama memerangi Dajjal  dan pengikutnya, hingga Dajjal mati ditombak Nabi Isa di pintu Lod dalam kompleks al Aqsa. Seperti disebutkan dalam sebuah riwayat, Imam Mahdi dan pasukannya hendak salat Subuh di sebuah masjid di daerah timur Damaskus. Dari sebuah menara putih di masjid tersebut turunlah Nabi Isa as. Imam Mahdi yang mengetahui Nabi isa turun kemudian mempersilahkan untuk menjadi imam sholat. “Tidak. Sesungguhnya sebagian dari mereka adalah pemimpin bagi yang lain sebagai penghormatan Allah bagi umat ini.” Jawab Nabi Isa sambil menepuk pundak Imam Mahdi agar segera menjadi imam.

ini artinya bahwa Nabi Isa bukanlah Nabi lagi di dunia sebagai mana kita ketahui bahwa sesungguhnya Muhammad SAW lah, Nabi dan Rasul penutup di akhir zaman.

Kondisi Dajjal ketika mengetahui bahwa di antara pasukan Imam Mahdi terdapat Nabi Isa membuat nyalinya ciut. “Maka ketika Isa as dilihat oleh musuh Allah, maka ia (Dajjal) meleleh laksana garam yang mencair dalam air. Dan jika hal itu dibiarkan maka sungguh ia akan hancur hingga binasa. Akan tetapi Allah berkehendak membunuhnya di tangan Isa as. Maka, Nabi Isa pun memperlihatkan darah Dajjal di tombaknya.”

Salah satu tugas Nabi Isa selain membantu pasukan Imam Mahdi adalah meluruskan pemahaman Nasrani dan Yahudi dan mengajaknya masuk Islam. Kehadiran Nabi Isa merupakan tanda besar kedua jelang berakhirnya kehidupan di dunia.

Siapakah Dajjal menurut hadis?

Nabi SAW bersabda : “Tidak seorang Nabi pun melainkan telah memperingatkan kaumnya akan makhluk yang bermata buta sebelah lagi pendusta (Dajjal). Ketahuilah, sesungguhnya ia buta sebelah matanya, sedangkan Rabb kalian tidak buta. Di antara kedua matanya tertulis huruf ka, fa, ra (HR Muslim).                                                                  “ia tidak akan muncul sehingga manusia melupakannya dan para imam meninggalkan untuk mengingatnya di mimbar-mimbar” (HR Ahmad)

Menurut Ahmad Thomson, seorang muslim asal London, ada tiga sisi makna Dajjal; sebagai oknum (the individual), sebagai gejala social budaya global (Worldwide social and cultural phenomenon) dan sebagai kekuatan ghaib.                                                            Dajjal sebagai unseen force atau kekuatan ghaib : dipahami bahwa dengan mengamati bagaimana perubahan-perubahan yang terjadi pada kondisi sosial budaya dunia, terutama abad ini.                                                                                                                     Sementara Dajjal sebagai gejala sosial budaya global: kita akan saksikan bahwa pengambil alihan sedang berjalan lancar. Sistem kehidupan kini mengarah pada sistem kafir atau sistem Dajjal.  Sangat sistematik sekali.

Misalnya : mata uang satu dolar. Tergambar sangat jelas sistem Dajjal.                             Ada gambar piramida yang menggambarkan sistem kehidupan manusia.                           Lalu terpotong. Dan kemudian menyisakan sedikit potongan piramida di atasnya berupa gambar mata satu. Ada tulisan latin yang melingkar annuity coeptis atau may he be pleased with this project, semoga dia merestui proyek ini. Begitu juga dengan tulisan latin lainnya, NOS (Novus; new, ordo; order dan Seclorum: ages, time atau world). Bahasa bebasnya new world order, era dunia baru. Istilah ini dilambangkan dengan mata satu,  dan itu artinya? Kenyataan yang terang benderang sebenarnya.

Di antara ciri-ciri Dajjal seperti dikutip Ahmad Thomson, Dajjal bermata satu, mirip anggur mengambang. Dajjal didengar sepenjuru dunia pada satu saat yang sama. Dajjal bisa menampilkan air, tapi Anda tidak bisa meminumnya. Dajjal bicara tentang surga, tetapi menggambarkannya seperti api. Semua perincian di atas cocok dengan cirri-ciri system media massa dan teknik komunikasi masa kini. Khususnya dalam hal bagaimana sistem dan teknik itu bisa digunakan.

Dari hadis juga menyebutkan bahwa Dajjal bermata banyak di kedua sisinya dan berkeliling dunia dengan lompatan-lompatan raksasa. Gambaran ini cocok dengan cirri-ciri alat transportasi masa kini. Ada juga keterangan bahwa di dahi Dajjal tertera                huruf Ka Fa Ra. Sebagian pesawat jet tempur Israel bertuliskan huruf-huruf KF-X siluman sebagian ada di moncongnya. Jadi jelaslah bahwa system kafir dan kaafirun yang menguasai dan meyakini system itu tidak lain adalah perwujudan Dajjal sebagai kekuatan ghaib (simbolis). Sedangkan si Dajjal sendiri akan menjadi puncak penjelmaan dari sistem kafir oleh para kafirun yang menjalankannya.

Nabi SAW bersabda bahwa kufr adalah sebuah sistem. Sistem kafir adalah Dajjal.                Maka nyatalah bahwa ketiga sisi Dajjal itu berkaitan dan bersenyawa.

Tentang SawahHikmah

Sawah Hikmah بسم الله الرحمن الرحيم Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Tafakur… Untuk meraih taufik dan hidayah-NYA…dan Semoga menjadi suatu ladang ibadah, dengan ikhlas serta mengharap Ridha-NYA…Dengan perendahan diri dan hati kepada-NYA…
Pos ini dipublikasikan di SAWAH_HIKMAH. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s