Tafakur, Singgasana Qolbu

Kepada yang di mulyakan Oleh : Wisnu Dewa wais Al-qorni
Syahabatku
Yang berada
Di Langit
Dan di bumi

Assalaamu’alaikum Warohmatullohi Wabarokatu.

72. Sesungguhnya kami Telah mengemukakan amanat[1233] kepada langit, bumi dan gunung-gunung, Maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim
dan amat bodoh,< bagi mereka yang mengingkarinya >
< 33. Al Ahzab : 72>

yang dimaksud dengan amanat di sini ialah tugas-tugas keagamaan/pekerjaan yang berupa tanggung jawab. baik di dunia maupun kelak akhiratnya. yang kesemuaan nya itu, akan ber-ujung mesti menjadi : ibadah, <berawal dan berakhir dengan niat ikhlas karena Allah swt> atau bukan. Islam Karena kita bukanlah kaum skuler. yang memisahkan antara :
Agama, ibadah dan pekerjaan/profesi.

Lihat pada data ketetapan Allah : 59. Al Hasyr : 18-24
18. Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang Telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. < Al Hasyr : 18 >

19. Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada mereka sendiri. mereka Itulah orang-orang yang fasik. < Al Hasyr : 19 >

20. Tidaklah sama penghuni-penghuni neraka dengan penghuni-penghuni jannah; penghuni-penghuni jannah Itulah orang-orang yang beruntung. < Al Hasyr : 20 >

21. Kalau sekiranya kami turunkan Al-Quran Ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan ketakutannya kepada Allah. dan perumpamaan-perumpamaan itu kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir. < Al Hasyr : 21 >
22. Dialah Allah yang tiada Tuhan selain Dia, yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Dia-lah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. < Al Hasyr : 22 >

23. Dialah Allah yang tiada Tuhan selain Dia, raja, yang Maha suci, yang Maha Sejahtera, yang Mengaruniakan Keamanan, yang Maha Memelihara, yang Maha Perkasa, yang Maha Kuasa, yang memiliki segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. < Al Hasyr : 23 >
24. Dialah Allah yang Menciptakan, yang Mengadakan, yang membentuk Rupa, yang mempunyai asmaaul Husna. bertasbih kepadanya apa yang di langit dan bumi. dan dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. < Al Hasyr : 24 >

Sahabat….
Sesungguhnya telah kutawarkan pula amanat tuhanku kepada beberapa orang diantara saudara kita, mereka ada yang menolak menerimanya, dan ada pula yang menerimanya sedikit, ada juga yang merasa cukup, dan ada pula yang berkenan menambahnya. juga ada pula yang menerimanya paling besar, bahkan memintanya lagi dua kali lebih besar dari apa yang telah di terimanya!
“Lalu berkatalah mereka yang tidak aku tawarkan amanat itu kepadanya : “Aduh celakalah aku….mengapa aku belum juga bisa di percaya. padahal aku sudah lama hidup mengikutimu….bahkan aku sudah berada di bawah perintahmu!”

Sahabat….
ingin ku khabarkan berita gembira, Nasehat, sekaligus peringatan.
untuk pencapaian kesempurnanya islam dengan 5 perkara.
yang insya Allah untuk bersama kita jalani. Dengan saling mengingatkan, menasehati, untuk berlaku sabar, dan cinta terhadap Allah SWTdan Rosulnya Muhammad SAW. Serta untuk berlaku kasih sayang sesama umat yang seakidah (Islam). Amin…

Solawat serta ssalam, semoga tercurah pada Rahmatan fil a’lamin Rosululullah Muhammad SAW. Dan semoga Syafapaat, serta rahmat dan karunia Allah, tercurah pula untuk kita semua sebagai hambanya yang belajar hijrah di batas garis lurus (Hanif), jalannya para Nabi dan Rosulnya Allah SWT. Semoga (Amin)…

Sahabat…
yaitu diri kita yang belajar membangun dan mengumpulkan kembali kepingan-kepingan Lembaga kerosulan Islam yang telah hancur. Sambil memungutinya dari sisa-sisa kepingan-kepingan Benteng yang telah runtuh yang akan kita perbaiki kembali. Demi penegakan Syariat yang jelas, Adil & benar. Yang akan kita dirikan kembali.

Sahabat….
Syahadah. adalah (realita, / kenyataan). itulah yang membuat aku bersikap relatif pada mereka yang berada disekitarku, bahkan untuk saudara kandungku sendiri aku tidak menawarkan amanat itu-sembarangan, karena syahadah yang ada dalam realitaku tidak berkenan memberikan kepercayaaanku kepada siapapun selain kepada yang
Allah swt menghendakinya, karena apapun yang terjadi bagi mereka yang terpilih, kita mesti siap untuk segala konsekwensinya di dunia dan juga di akhirat!
Itulah sebabnya aku tidak memberi tambahan lagi ketika ada yang datang meminta tambahan dua kali lebih dari apa yang telah diterimanya, karena Allah tidak akan membebani manusia diluar batas kemampuannya.

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya.
(mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. beri ma’aflah Kami; ampunilah Kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah penolong kami, Maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.”
< 2. Al Baqarah : 286 >

Sahabat….
Dan karena aku tidak mewakili pembendaharaan “thagut” untuk dirimu dan tidak juga mewakilinya untuk diriku sendiri.
Dan karena aku berkewajiban membebaskan (melunasi) semua beban amanat yang lama harus aku tanggung sendiri di pundakku.
Untuk bersama kita pikul agar terasa lebih ringan dan diringankan.
Seperti yang pernah aku nyatakan padamu dan juga pada beberapa orang yang kebetulan berada di sekitarku, Syahadah adalah proklamasi, pembukaan yang tidak bisa di tutup-tutupi, karena selicin apapun kita menutupinya, akhirnya akan terbuka juga…..Dan karena tidak ada makhluk yang lebih zalim di bumi ini selain mereka yang berusaha menyembunyikan syahadahnya, menutupi sesuatu yang sudah seharusnya terbuka.
Seperti sepasang mata di wajah kamu, berkedip disaat sadar,… hatimu -menyembunyikan sesuatu yang seharusnya terbuka (syahadah)….
sehingga akhirnya memakai kacamata hitam, bukan karena silau oleh cahaya, tapi karena hati yang berpenyakit….Nurani yang menjerit… karena menolak di- ajak berdusta!”
Sahabat….bagiku….
Karena syahadah adalah persaksian, keterbukaan, pengakuan, sekaligus janji. diantara mereka yang menerima, menolak, dan atau yang baru-sebatas mengetahuinya. Terhadap Allah swt, rosulnya Muhammad saw, dan terhadap dirinya sendiri.
Bagiku penegakkan syahadah adalah segala-galanya….walaupun kita berniat seperti poligami, menikahi wanita-wanita yang kita sayangi….kalau dilakukan dengan cara berbohong dan menutupi syahadah (realita) yang ada….maka bagiku itu adalah perzinahan!” Maka adakah sesuatu yang aku sembunyikan dari kita. dari realita keberadaanku padamu, juga kepada rekan-rekan yang lainnya….Adakah yang aku sembunyikan?…
Maka dari itu, tidak ada yang lebih aku takutkan di bumi ini selain fitnah !”
Maka kuhindari segala fitnah, karena bisa lebih kejam dari sekedar pembunuhan !”
Itulah sebabnya aku selalu berkata jujur, sepahit dan semanis apapun akibatnya. kejujuran bagiku adalah segalanya……Karena aku menyadari betapa lemahnya aku yang hanya tercipta dari air dan tanah yang kebetulan atas kuasa-Nya mampu berkata-kata, berkeinginan, dan berkemampuan untuk menyelaraskan semua nikmat yang Allah swt telah berikan padaku, dan yang karena aku tahu……. belum banyak lagi dan tidak akan banyak bisa mensyukurinya, ketimbang kasih sayang yang telah Allah berikan kepadaku, kepadamu, dan kepada kita semua!”
Agar kita senantiasa bersyukur atas kuasanya dan karunianya coba perhatikan ketetapan pada data : 51. Adz Dzariyaat : 20-23
20. Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yakin.
21. Dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?
22. Dan di langit terdapat (sebab-sebab) rezkimu dan terdapat (pula) apa yang dijanjikan kepadamu.
Contoh : salah satunya diturunkannya hujan rahmat. Yang menyuburkan tumbuh-tumbuhan sebagiannya lagi tertampung di laut dan sungai untuk dijadikan sebagai mata pencarian dengan karunia yang sangat besar di dalamnya, di sebagian lainnya air hujan itu jugalah yang tertampung jika kita menggali sumur untuk di jadikan air untuk kita minum. Dsb:
23. Maka demi Tuhan langit dan bumi, Sesungguhnya yang dijanjikan itu adalah benar-benar (akan terjadi) seperti perkataan yang kamu ucapkan.

yang dimaksud dengan apa yang dijanjikan kepadamu ialah takdir Allah terhadap tiap-tiap manusia. yang Telah ditulis di Lauhul mahfudz.
Yang seperti hal kecilnya dalam diriku saja. Nikmat kasih sayang yang telah Allah berikan dengan setiap kedipan mataku, baik itu tertutup maupun terbukanya kelopak mataku ini. “Sungguh” jika tanpa pengaturannya, dan jika di serahi pengaturan itu semenit saja, aku tak akan sanggup untuk memikul nya. Karna telah kupikirkan dengan sadar dengan segenap jiwa maupun ragaku, jika Allah membebankan pengaturannya yang sangat kecil itu. < yang tiada apa-apanya bagi Allah swt. >
karena dialah Allah yang Maha kuasa. Tapi bagiku itu adalah masalah yang sangat besar sehingga jikaku rasakan, seolah-olah aku memikul beras satu Ton setiap detiknya bahkan lebih berat lagi dari satu Ton.
Logisnya dari pemikiran itu,
Sungguh aku tidak akan Sanggup jika harus mengedipkan mataku atau menutup juga membukanya Secara manual (sekeinginan ku).
Maka tentulah aku akan kerepotan dan bagaimana tidak !” …
jika aku lupa dan pasti aku akan lupa. Maka pastilah aku akan celaka.
“ bayangkan”,…ketika aku akan tidur. maka aku harus menggerakan tanganku untuk menutupnya, begitupun juga ketika aku bangun tidur, untuk membukanya. sunguh amat sangat repot sekali….
Begitupun jika seandainya Aku berkendaraan naik Motor…
Bagaimana bila tiba-tiba ada binatang kecil misalnya, yang hendak menubruk mataku secara logis aku otomatis ke celakaan karna bagaimana tidak , kelopak mata ini mesti selalu di pegangi saat di tutupkan atau di kedipkan. “Subhanallah”….

Wahai Sahabat…….
Maka jelaslah betapa kasih sayangnya Allah kurasakan teramat
besar terhadap hambanya, hingga tak akan sanggup jika kita hendak mengukurnya.
dan teruntuk kesekian kalinya ketika aku tundukan kepala dan wajah ini. bersujud di- hadapannya betapa tersayat hati ini. Hingga berjatuhan tetesan air mata yang meleleh menahan kerinduan sekaligus kepedihan yang mendalam yang airnya mengalir dan jatuh di atas sajadah.
“Basah”…. Seperti yang mengalir dari 2 sumber mata air dari pegunungan.
Dan aku harap air itu tidak akan kering seperti Bunda siti hajar yang mencari air minum untuk di berikan pada ismail yang sedang dahaga atas perjalanan hijrahnya, yang lelah berlarian kian kesana-kemari, yang berlari diantara shofa & marwah selama 7kali sehingga beliau merasa lelah-luluh, tersunggkur dan memohon pada Allah swt. hingga jeritan hatinya mengetarkan arasy…terdengarah oleh Allah swt, yang tercucur air matanya yang suci karena Allah swt. yang jatuh ke tanah,pasir kering di antara bebatuan yang besar dan kecil. sehingga atas rahmat allah yang maha kuasa asbab itu pulalah ter ciptalah suatu mata air yaitu pembalikan dua buah kata dari
air mata yang tak akan pernah surut sampai zaman ini. Yang telah terkenal di seluruh dunia dengan nama sumber mata air ZAM-ZAM. Yang jernih murni, suci akibat dari deraian air mata dari seorang yang berhati suci dan mulia. Yang menjadi penawar sebagai obat dahaga ismail kala itu. untuk sebagai mengenang dan bukti dari residu memory yang nyata dari sebuah sajarah zaman yang telah usang dahulu. Suatu tanda untuk mengenang Bunda siti hajar. Akan kesolehaannya, ketabahannya, ketegarannya sekaligus keikhlasannya, diantara Perjuangan, pengorbanan, penderitan, Cinta sekaligus Air mata. Lillahita’ala…..
Dengarlah….dengar, wahai Sahabat…..
Ini “Sakit…. tetapi Nikmat”. Dan itu terasa Atas karunianya jua. hingga secara otomatis pula atas pengaturan dari Allah maka tertetes sudah air mata rahmat dari tuhanku, yang cukup mewakili perasaanku terhadapnya/terhadap kita semua kepadanya.
Coba sahabat sekalian renungi…..<mengkaji>
belum lagi dengan perkara-perkara lainya.
“Cobalah”….di dalam diri ini saja dulu….yang masih mesti kita tafakuri dan syukuri demi pondasi cinta kepada Allah swt, karenanya jika ukuran cinta itu mesti terukur maka tidak lah akan bisa terukur, di bandingkan
dari kasih sayang Allah swt terhadap kita….maka tak patut lah sekiranya apabila kita bercongkak hati terhadapnya. Dan terhadap makhluk lainnya
“Sahabat Sanggupkah kita”! ….. bersyahadah……!
jika tak sanggup….?
Maka nikmat Tuhanmu yang mana lagi yang kendak kamu dustakan?…..
13. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? < 55. Ar Rahmaan : 13>

Maka dengan itu jugalah. kita hanya bisa berdoa, memohon belas kasih Allah, dan mengharap ridha, serta rahmatnya nya.
yang karna kita tau dan rasakan betapa tidak seimbangnya takaran ibadah kita terhadap Allah swt. yang akan di pertanggung jawabkan kelak di mahkamah peradilan Allah SWTyang maha Agung.
Yaitu sesuatu takaran dari berawal niat, ucap , sampai pada yang kita kerjakan di setiap detakan jantung, helaan Nafas, kedipan mata, dan disetiap detik, menit, dan jam. Masa inilah yang jarum nya tak pernah berputar berlawanan Arah (tak akan terulang lagi) di dalam hari-hari, berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun. sampai ajal menjemput kita, disaat-saat terutusnya izrail sang pencabut nyawa. Yang tanpa kita sadari kapanpun dia bisa datang menghampiri. walau pun sekaligus kita bersembunyi ditembok yang tinggi membaja, semua tak dapat menghalangi untuk izrail menembusnya, membawa paksa ruh dan jiwa . malaikat yang patuh terhadap tuhannya. yang tak kenal apa itu yang di sebut SUAP atau sogokan. Dengan seiringnya waktu dan masa yang telah di tentukan, yang sungguh tak dapat lagi ber-ulang kembali. Dengan kepergian yang nyata dan tergantikan kembali dengan isak tangis dari seorang bayi pengganti untuk di uji kembali dalam panggung sandiwara yang telah diatur dan terukur yang sedemikian detailnya <teliti>, yang untuk di pintai pertanggung jawabannya. Yang kelak di kemudian hari menyusul kita, dan terus menerus seperti itu sampai pada masa yang telah ditentukan.
< Kiamat >

Sahabat….
Masa usia ini semoga tidak tersia-siakan, karena betapapun dia tak akan pernah kembali. Dan semoga saja kita tidak akan menyesal!” …

Sahabat….
yang aku tau saat ini, hidup. hanya mati satu kali. dan akan hidup dua kali, suatu perjalanan yang panjang. yang dimulai dari kematian, lalu kebangkitan, penatian, penyaringan (perkumpulan padang mahsyar) yang mana saat itu manusia bertelanjang sehingga berdesakan, tak ada lagi tempat berpijak melainkan hanya pijakan telapak kaki saja. Lalu perhitungan, untuk di pinta pertanggung jawaban atas semua yang telah kita kerjakan selama masa residu memory yang sudah terlewatkan selama di alam dunia yang fana ini dengan di perlihatkannya suatu bukti nyata yang telah tercatat dengan detil dan lengkap < Lauhul mahfudz >.
Seperti pada data : 10. Yunus : 30
30. Di tempat itu (padang Mahsyar), tiap-tiap diri merasakan pembalasan dari apa yang Telah dikerjakannya dahulu dan mereka dikembalikan kepada Allah pelindung mereka yang Sebenarnya dan lenyaplah dari mereka apa yang mereka ada-adakan.
7. Al A’raaf : 6-9
6. Maka Sesungguhnya kami akan menanyai umat-umat yang Telah diutus rasul-rasul kepada mereka dan Sesungguhnya kami akan menanyai (pula) rasul-rasul (Kami),
7. Maka Sesungguhnya akan kami kabarkan kepada mereka (apa-apa yang Telah mereka perbuat), sedang (kami) mengetahui (keadaan mereka), dan kami sekali-kali tidak jauh (dari mereka).
8. Timbangan pada hari itu ialah kebenaran (keadilan), Maka barangsiapa berat timbangan kebaikannya, Maka mereka Itulah orang-orang yang beruntung.
9. Dan siapa yang ringan timbangan kebaikannya, Maka Itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, disebabkan mereka selalu mengingkari ayat-ayat kami.
Pada hari itu manusia sudah tidak lagi memikirkan tubuhnya yang bertelanjang baik perempuan/laki-laki.

Kamu akan dibangikitkan pada hari kiamat tanpa sandal, telanjang bulat
dan tidak dikhitan. Aisyah bertanya, ‘Ya Rasulullah, laki-laki dan
perempuan saling melihat (aurat) yang lain ?’ Nabi saw menjawab,
‘Pada saat itu segala urusan sangat dahsyat sehingga orang tidak
memperhatikan (mengindahkan) hal itu.’ (Mutafaq ‘alaih).

Maka dengan Syahid dan Hanif lah jalan satu-satunya mendapatkan kemuliaan dari Allah SWT. Yaitu segala sesuatu hal yang mengharapkan keridhaan dari Allah. Jalan- jalan yang ditempuh Syahid ini pun banyak lah sekali jalannya namun hanya sedikit sekali yang menjalaninya.

“ Sungguh menanglah, beruntung dan sukses, orang-orang yang hijrah dan mensucikan dirinya dengan dzikir, Shalat, beramal soleh dan berjihat di jalan Allah. serta berani membelanjakan segenap harta nyawa, jiwa dan raganya untuk Allah dan Sungguh Allah tidak akan menyia-nyiakan perniagaan itu bahkan Allah akan membelinya dengan Syurga.
apalagi terhadap para Syuhada.

Orang yang berpegangan kepada sunnahku pada saat umatku dilanda
kerusakan, maka pahalanya seperti seorang syahid. (HR. Athabrani).

Hijrah
hijrah inilah secara syariát adalah meninggalkan sesuatu yang bertentangan dengan amanah dan fitrah yang sesungguhnya demi cintanya kepada Allah dan Rasul-Nya.
Demi cintanya ini jugalah, dia mencari (berusaha)sesuatu yang menjadikan dirinya diridhai allah. tanpa menyekutukannya, secara lahir dan bathin. dalam keadaan apapun.
Yang tidak pernah memberikan singgahsana Qolbunya kepada selain Allah swt,
apakah itu kepada perempuan, laki-laki, istri/anak, harta, jabatan. baik yang menyangkut lahiriyah (keduniawian), ataupun temasuk sesat dalam hal yang gaib.. .meminta syafaat kepada selain Allah swt.
< yakinlah… bahwa Allah lah yang Maha mengetahui yang Gaib>
Demi Rasul-Nya artinya ittiba’ dan senang terhadap tuntunan sunnahnya-Nya dan berusaha untuk mengikutinya. Serta rindu dengan perjumpaan dengannya terutama lagi terhadap Allah swt.

Tiada seorang beriman hingga aku lebih dicintai dari ayahnya, anaknya
dan seluruh manusia. (HR. Bukhari).

Bentuk-bentuk hijrah ( khususnya Qolbu)
Dengan segenap TEKAD, UCAP, PERBUATAN. Lahir & bathin :

1. Meninggalkan negeri syirik menuju negeri tauhid.
meninggalkan dengan ikhlas dan faham dari kebiasaan diri mencintai yang lain,
( siapapun dan Apapun dalam realita kehidupan ini, selain Allah )

2. meninggalkan negeri bidáh menuju negeri sunnah.
meninggalkan dengan ikhlas dan faham dari kebiasaan diri menyukai syariat yang lain ajaran yang
sesat, seperti sesajen, puasa pati geni, /ilmu syihir. dll
( kepada siapapun dan Apapun dalam realita kehidupan ini, selain Allah swt & rosulullah)

3. Meninggalkan negeri penuh maksiat menuju negeri yang amal ma’ruf nahil munkar. <non maksiat>
Berusaha semampu mungkin untuk mencapai ridha Allah dengan segenap hati, lisan, dan
perbuatan, yang tidak menyeret diri kepada kemaksiatan. Apakah itu mencuri, berjudi,
bermabuk, zinah, (pacaran) karna tidak dapat di pungkiri sesungguhnya pacaran itu hanya
memberikan nafkah kepada nafsu syahwat (syetan) atau nafsu amarah sehingga menimbulkan
kemusyrikan yang berakibat dosa. sebesar atau sekecil apapun noda itu. Dll
janganlah engkau pandang besar atau kecilnya dosa itu. Tetapi lihat dan kajilah kepada siapa
engkau berbuat dosa dan berkhianat.
Ketiga bentuk hijrah tersebut adalah pengaruh dari makna hijrah. Yang semestinyalah dijalankan ketiganya untuk mencapai kakikatnya hijrah di jalan Allah swt. dengan segenap hati, lisan, dan
Perbuatan.

Janganlah engkau mengumbar perkataan Hijrah yang tanpa di amalkan. Karna itu bisa membuat dirimu dzalim dan membohongi dirimu sendiri dan yang mejadikan dirimu pendusta dan menjadi golongan kaum munafiq. dan menjadikan kamu Kerugian untuk kedua kalinya

Hanya orang yang di perdaya oleh kehidupan duniawi sajalah. ( Kaum sekuler)
Yang hanya menghitung untung dan rugi secara duniawi(materi)
tanpa menghitung dengan nilai ibadahnya terhadap Allah swt.
Dan mereka jugalah yang tanpa memperhitungkan perniagaannya dengan Allah swt.Yang lalai dari dzikir (mengingat Tuhannya).

“Aku masih berbicara mengenai Hijrah baik itu lahiriah ataupun bathiniah”
Sahabat…..Akan tetapi Orang-orang yang beriman dan berhijrah diri.
Hidupnya bukanlah untuk hidup, akan tetapi Hidupnya untuk yang Maha Hidup, Hidupnya bukan pula untuk Mati, Tetapi jusru pula…lah…Mati itulah untuk hidup. Dan hidupnya untuk yang Maha hidup, dan tentu dia sudah tidak takut mati dan miskin. bahkan dia pun selalu memberi sebagian hartanya untuk membelanjakannya dari segenap harta dan dirinya diperniagaan kepada yang maha kaya. Yang kekayaannya serta kuasanya yang meliputi Segala Alam Semesta. ( Allah swt )
Orang beriman itu dia tidak takut mati, dan diapun tidak cari mati. Dan dia tidaklah lupakan akan kematian, Justru dia Rindukan Mati.
Sahabat….Kenapa….!” karna mati bukanlah wafat, karna mati bukanlah akhir dari kehidupan ini. Tapi mati, berakhir untuk berawal dari kehidupan yang sesungguhnya. Karna kematianlah jalan satu-satunya pintu untuk perjumpaan dengannya. Kebahagiaan kekasih disaat- saat, detik-detik perjumpaan dengannya, itulah suatu kenikmatan dan adalah suatu keberuntungan dan kebahagiaan. Bagi orang-orang yang beriman
(Syahid/syah) yang Mencintai Allah swt. Hingga Islam keadaannya <Selamat>

Kebangkitan….
Sahabat, Ketika hari kebangkitan itu….
Yang ada, di benaknya para kafir <yang tidak punya aturan atau pegangan>
dan pembangkang hanya ketakutan pada saat hari peradilan Allah swt (Hari pembalasan).
Di benak manusia terguncang dengan amat sangat dahsyat dan berkata
“ Akankah Celaka aku hari ini..!”, Beruntungkah aku hari ini…!”, lalu sampailah pada detik-detik keputusan hakim yang Maha Adil,
Hakim yang Maha- Agung.
“Apakah kita akan Selamat…!”, mendapat keistimewaan dengan kesenangan yang tiada taranya lagi/(Islam).
Atau malah Celaka dan kesusahan mendapat murka Allah dengan siksa yang pedih tiada tara(kafir).

Jujur aku katakan Sahabat…
Aku tahu kejujuran selalu berbuah pahit bagi mereka yang berusaha melakoninya. Karena aku sangat menyayangi diri sendiri dan tak ingin memperkosa dan menzaliminya…dan karena aku tidak ingin selamanya kita merasakan panasnya neraka! (baik itu di dunia maupun Akhirat).

Kejujuran itu jugalah yang membuat asyahid Habil a.s. terkapar- bersimbah darah di atas kampak berdarah di bunuh saudaranya.
Kejujuran itu jugalah yang membuat muhajirin menderita lapar dan dahaga dalam perjalanan hijrahnya. Kejujuran itu juga Yang membuat para nabi dan rasul terusir dari tanah-tanah kelahirannya, sehingga terhalang jauh untuk memasuki mizbah-mizbah suci (haram) yang seharusnya jadi milik Allah semata!”
Kejujuran itu jugalah yang membuat asyahid Imam Ali r.a.d. lengser dari khalifah yang di jabatnya, kemudian syahid terbunuh oleh anak panah yang mendarat tepat dipunggung yang selaras dengan jantungnya, ketika dalam shalatnya!”

Dan kejujuran itu jugalah yang membuat asyahid Imam Husaen r.a.d. cucu Rasulullah s.a.w. dipenggal syahid di “Karbala”,
“mastaka” yang dulu dipeluk cium hangat kakeknya itu, akhirnya dibakar. LALU di jadikan bola sepak api untuk menghinakannya!
Itu jugalah suatu alasan, kenapa aku kurang suka dengan sepak Bola.
Kejujuran, Karena dimanapun adanya, pada manifestasi dan reinkarnasi zaman (hidup sesudah mati)-nya akan selalu melahirkan pengkhiatatan!”….
Pengkhianatan…!”

Sahabat….
“Pernahkan engkau dapatkan suatu perenungan”.
Kenapa, ketika kita berdoa, di saat ketika kita melaksnakan di dalam sholat, yaitu penerapan Do’a iftitah, yaitu suatu sunah dan sekaligus sunat yang sekaligus juga do’a.
Yaitu agar supaya kita berada dalam teadaan sadar, dan tidak bodoh
( jahiliyah ), serta tidak musyrik, senantiasa Hanif (lurus), jangan pernah membengkokan tauhid dengan alasan Apapun dan pada siapapun serta dalam ke adaan apapun.
Dan hanya untuk Allahlah shalat (hidup/ibadah/doa/tempat meminta) tempat kita menggantungkan segala rumitnya, realita maupun batiniah dalam keseharian kita. Dalam melakoni perjalanan dan ujian di dunia ini.
Atas dasar kesanggupan segala janji-janji yang telah di setujui sejak kamu masih dalam kandungan.
Untuk menjadi kholifah (pemimpin di muka bumi ini.)baik untuk diri sendiri maupun untuk orang lain.
Realitanya tentu tidak akan ada kamu, di muka bumi ini. jika kamu,
tidak sanggup untuk menjalaninya, sehingga Allah merahmati kamu sekalian dengan beban sesuai dengan kesanggupannya masing-masing asalkan berada di jalan yang Hanif(lurus).
Dan hanya kepada Allahlah Shalatmu, (ibadahmu), hidupmu, dan matimu, Hanyalah untuk Allah semata, Tuhan semesta Alam.
(Tuhan yang menguasai segala Alam).
Yang sungguh tiada sekutu baginya,
Dan demikian itulah, yang di perintahkan kepadaku, kepada kamu, kepada kita semua.
Semoga Allah merahmati kita dengan orang yang pertama-tama menyerahkan diri kepada Allah menjadi muslim(Islam). Yang seperti ketetapan allah :

161. Katakanlah: “Sesungguhnya Aku Telah ditunjuki oleh Tuhanku kepada jalan yang lurus, (yaitu) agama yang benar, agama Ibrahim yang lurus, dan Ibrahim itu bukanlah termasuk orang-orang musyrik”. (06. Al An’am : 161 )
ö162. Katakanlah: Sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. (06. Al An’am : 162 )
163. Tiada sekutu bagiNya; dan demikian Itulah yang diperintahkan kepadaku dan Aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)”.
(06. Al An’am : 163 )

Sahabat….
Sering aku katakan pada kamu, atau di tempat-tempat dimana aku diberi kesempatan atau kapanpun aku punya kesempatan. bahwa “shalat” adalah “upacara” atau “cara” untuk sampai pada tujuan sebagai “kiblat”-nya.
Dan kita tidak pernah memperdebatkan kiblat mana yang jadi tujuan shalat kita. “Baitulharam” yang dikuasi orang-orang musyrik secara tidak halal. atau “Baitulmaqdis” yang dikuasai para ahlal kitab secara tidak hahal?
115. Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, Maka kemanapun kamu menghadap di situlah wajah Allah[83]. Sesungguhnya Allah Maha luas (rahmat-Nya) lagi Maha Mengetahui. (02. Al Baqarah : 115 )
[83] Disitulah wajah Allah maksudnya; kekuasaan Allah meliputi seluruh alam; sebab itu di mana saja manusia berada, Allah mengetahui perbuatannya ( ketahuilah dengan ikhsan)
(Apakah itu perbuatan baik ataupun perbuatan buruk), Karena kita selalu berhadapan dengan Allah yang bersemayan di Arasy.<seluruh Alam>

Karena kita tahu menghadapkan wajah ke timur ataupun ke barat bukanlah tujuan ibadah yang sebenarnya.
Karena tujuan ibadah yang sebenarnya Adalah :

Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa. (Qs. Albaqarah:177)

Itulah tujuan “shalat” ibadah kita yang sebenar-nya, di atas sajadah,
di tempat shalat (mushala / masjid) dimana kedua kaki kita ditegakkan,
di “Tempat kita beribadah ” yang jadi bagian dari “Medinah” untuk “shalat” dan “ibadah” kita! Dimanapun dan kapanpun kita “shalat”. Sekalipun di tempat-tempat dalam perjalanan. ibadah kita juga, untuk menghidupi keluarga dan memelihara dan mengembangkan jamaah pada hakikatnya adalah untuk tujuan menghadap Allah S.W.T.
Karena kita bukan kaum sekuler yang memisahkan antara pekerjaan dan ibadah,
antara kehidupan untuk dunia (pribadi). dan kehidupan untuk akhirat (agama). Karena “pribadi” kita, adalah “pribadi” berjamaah, yang kita sadar bahwa kita berada di dalamnya (Dalam agama) ISLAM. yaitu Negara ( Agama) yang kita yakini bersama yaitu Islam . Dalam reruntuhan agama (negara) yang akan kita tegakkan kembali dalam setiap shalat (upacara) kita! Yaitu dalam syahadah (realita ) sebagai pintu awal di kehidupan kita. baik lahir maupun bathinnya.
Sahabat……..
Yang sesunnguhnya ketika lengan kita terangkat dengan melafadzkan takbir dengan seiring, genapnya niat dan helaan nafas yang sekedarnya. Semestinya kita mengerti. makna yang tersembunyi di balik terangkatnya kedua tanganmu. Sesungguhnya pula kita ini sangatlah lemah, walau setinggi apapun jabatan kita, sedalam dan sepintar apapun fikiran kita tetap tidak ada apa-apanya di banding kuasanya Allah swt. Yang semestinya lah kita mudah-mudahan menjadi hamba yang pertama berserah diri kepada Allah, baik lahir ataupun bathin, yang tidak sombong, membusungkan dada baik terhadap makhluk, apa lagi terhadap Allah swt. tuhan pencipta semesta Allam.
Karena bagiku secara lahiriah orang yang tidak mau shalat (lahirnya/badaniah) adalah orang yang paling sombong terhadap Allah swt. Sekaligus sombong terhadap makhluk- makhluk ciptaan nya yang lain. yang berserah diri.
Karna boleh jadi, bila Allah berkehendak dengan sekejap. Allah akan mencabut kembali segala yang engkau miliki dan engkau cintai.
Sehingga engkau akan merasa sangat-amat terpuruk seperti seakan-akan baru saja terjatuh dalam lembah kekecewaan yang amat- teramat pedih. Sehingga jiwa dan raga mu akan tersikisa selamanya.
Terombang – ambing, seolah-olah hidup dan matimu tiada tujuan dan hampa, karena engkau merasa tiada tempat bergantung yang Maha(sangat lebih/diatas segalanya).
Tutur katamu akan menjadi kasar,(kacau/ngaco). perbuatan mu menjadi liar, dan lain sebagainya karna telah memilih thogut/ syeton sebagai tuhan di singgah sana Qolbumu.
Rasa kehampaan itu terus berkelanjutan, sampai kata toubatan Nasuha <nafsu lowamah menuju mutmainah) yang akan engkau kejar. karna mengharap ridhanya.
Itu juga, apa bila Alla swt belum mengunci mati hatimu.

Seperti ketetapan Allah swt ;

7. Allah Telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka[20], dan penglihatan mereka ditutup[21]. dan bagi mereka siksa yang amat berat. (02. Al Baqarah : 07)
Pendengaran yang ditutup yakni orang itu tidak dapat menerima petunjuk, dan segala macam nasehatpun tidak akan berbekas padanya.
Penglihatan di tutup Maksudnya: mereka tidak dapat memperhatikan dan memahami ayat-ayat Al Quran yang mereka dengar dan tidak dapat mengambil pelajaran dari tanda-tanda kebesaran Allah yang mereka lihat di cakrawala, di permukaan bumi dan pada diri mereka sendiri.

Karena disaat sadar kita mengakui akan kebesaran Allah swt.
Seperti ketetapannya… :
255. Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan dia yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi[161]
Allah meliputi langit dan bumi. dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha besar. (02. Al Baqarah : 255)

Dan…

109. Katakanlah: sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)”. (18. Al Kahfi : 109)

Sahabat….
Semoga Allah memberkati dan merahmati engkau dan kita semua,
Atas rahmatnya jika engkau sudah benar mengerti apa itu ISLAM.
Karna setidaknya engkau telah di tawarkan pondasi pertama yang sangat penting untuk menuju islam ( Selamat) yaitu Syahadat.
Beruntunglah engkau jikala, benar-benar sadar hatimu menerimanya dengan ikhlas dan sabar, sehingga ketika hatimu ikhlas dan tanpa terbebani, maka engkau telah memasuki wilayah ketaqwaan.
Dan Nafsumu akan mulai berkurang dan berubah hanya satu yang tinggal di hatimu yaitu nafsu mutmainah
( Cinta terhadap Allah dan rasul-nya. )
Taat, Hanif. Maka semoga Allah swt meridhaimu..mulai saat engkau membuka matamu, pendengaranmu (penerimaan hidayah) dan sampai akhirnya engkau melepas nafas dalam helaan yang terakhir & menutup kan matamu(maut/meninggal). Maka yang datang ketika detik-detik itu semoga yang baik-baik adanya. karna Allah maha tau yang engkau cinta dan sukai ketika gagahnya ragamu ketika sebelum menjelang ajal di dalam hari-hari di dalam masa waktu-waktumu. Tiada peduli engkau perempuan atau laki-laki. Ketika rasa sakit yang amat-sangat itu, dikala skaratulmaut. Maka akan berdatangan bermacam godaan untuk mempengaruhi jiwamu. Jika engkau menyukai arak maka engkau sangat haus dengan arak itu, sampai lafadz terakhir yang di katakana adalah arak. Begitupun jika engkau suka wanita, harta/ tahta. Maka kecelakaan akan menjemput dengan siksa yang tiada tara dan kekal adanya.
Sebaliknya jika engkau suka /cinta kepada Allah & rasulnya semoga kesenangan yang akan menghampirimu. Dengan ucapan yang bersyahadat Syahid. < syah adanya >Dan semoga kita semua Amin….
Sahabat……..
Karena shalat (upacara) adalah tiangnya agama (negara) senantiasa seatap dengan penegakkan zakat yaitu (hukum). untuk membersihkan jiwa-jiwa berdosa yang hanya bisa kembali bersih (suci) hanya dengan di bakar dalam panasnya neraka yang menyala-nyala yang tidak pernah padam!”
Sahabat……..
Sebelumnya aku ingin sampai kan beberapa Nasihat untuk bahan kajian dan Tafakur. Bacalah ulangi dan resapilah Tulisan ku ini dengan 4 kajian agar engkau tidak salah meng-Artikannya. Baik memahaminya maupun mengkajinya. Serta menjalaninyaYaitu :
1. Kajilah dirimu, Agar engkau mengetahui Tuhanmu.
2. Kajilah Alam, Agar engkau mengetahui pelajaran yang telah di Tunjuki
Oleh Allah SWT. untukmu.
3. Kajilah kitabmu, Sebagaimana yang telah kita yakini dalam rukun Iman.
Yang mesti percaya dan yakin atas kitab-kitab yang telah di- turunkan
pada kita semua dengan tujuan menjadi pedoman hidup di dunia
petunjuk bekal menuju Akhirat. yang turunnya atas perantara rosul
yang pertama yaitu jibril a.s.
kitab yang 4 yang mesti kita yakini diantaranya :
Zabur ( yang di turunkan pada nabi DAUD. a.s)
Taurat ( yang di turunkan pada nabi MUSA. a.s)
Injil ( yang di turunkan pada nabi ISA. a.s)
Al-Qur’an ( yang di turunkan pada nabi MUHAMMAD. s.a.w)
Atau juga Hadits-hadits rasululloh Muhammad s.a.w
Dan ke 3 kitab yang lainnya itu, Taurat, Zabur, Injil. Semuanya telah terlengkapi didalam AL- QUR’AN.< secara murni dan terjaga ke asliannya >
Karena kitab lainnya sudah tidak murni dan ditutup-tutupi oleh ahlal kitab yang menguasai secara tidak halal.
4. Kajilah Rasamu, yaitu suatu Naluri kebenaran (Nafsu mutmainah)
yang datang dari Allah swt sebagai kaunia rahmat yang telah dia
berikan pada kita.Yang akan mendorong kita untuk bertafakur, dan
merendahkan hati. dan diri terhadap Allah swt. Ingat…!” Kuasa dan
ilmunya yang menguasai seluruh Alam Semesta. (02. Al Baqarah : 255)
Catatan :
Jika ada, apapun yang engkau rasakan < di ilhami >. tidak boleh menyimpang dari 4 perkara ini Agar kita terhindar dari jalan orang-orang yang di murkai allah, dan jalan orang-orang yang sesat.
Terutama tidak boleh menyimpang dari , al-Quran & Hadits.
Sahabat…….
Sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang telah beriman ketika Allah mengutus diantara mereka seorang rasul (utusan) dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, membersihkan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka
Al Kitab dan Al Hikmah. Dan sesungguhnya sebelum itu, mereka adalah benar-benar dalam kesesatan yang nyata. (QS. Ali ‘Imraan: 164)

Sahabat…..
“Islam” adalah lembaga ketuhanan (Agama), matarantainya ada di “Makkah” & “Medinah” dan kita bersama saudara-saudara kita seagama (senegara) dan seiman merupakan “ahlulmadyan”, “ahlulbaqi” sisa-sisa keabadian syajarah dan peradaban di masa lampau yang telah hancur yang pada masa kita sekarang tersamarkan dalam budaya (tradisi) sehingga wajib kita bangun kembali melalui penegakkan “syahadah”, penegakkan “shalat” dan penegakkan “zakat”
dengan segenap tegaknya “Puasa”<pertahanan>.
sehingga agama (negara) bisa benar-benar berpungsi kembali sebagai medium yang tegak, kokoh di muka bumi. Untuk kita membersihkan jiwa kita dan membersihkan orang-orang yang beriman supaya bisa kembali “fitrah” (clear) untuk persiapan menghadap Allah SWT. Tuhan semesta alam!
Di kerasulan Islam <penyampaian>“syahadat ” inilah di bacakan tanda-tanda Kebesaran Allah untuk kita, di suci bersihkannya jiwa-jiwa ternoda kita dan di ajarkan kepada kita “Alkitab” dan “Alhikmah” karena sebelum ini sungguh kita berada pada kesesatan yang nyata!”
Semuanya bermula dari tekad, Ucap, dan Lampah (perbuatan).
Sehina, serendah dan setidak sempurnanya apapun orang memandang “diri” dan “lembaga” yang kita punya, kita percaya. Insyaallah akan kita dapatkan semuanya sesuai dengan tekad yang jadi motipasi kita…..!
(Mudah-mudahan tekad meraih kesucian jiwa pada mulanya tidak binasa dan bathal dalam perjalannya) Amin..!
Shalat, yang berati juga dengan istilah doa atau permohonan yang berubah menjadi hak, ketika seseorang tersebut telah tumbuh Cinta di Qolbunya, terhadap Allah swt & rasulnya Muhammad saw.
dan ikhlas lah sudah, hingga menyerah kan segala singgasana qolbunya hanya untuk Allah saja. Lihat pada data : < 98. Al Bayyinah : 7-8>
7. Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk. < 98.Al Bayyinah:7 >
8. Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah syurga ‘Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepadanya. yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya.
< 98.Al Bayyinah:8 >

Sahabat….
Ketika kedua tangan mu berada di dada yang berpas-tepat di pusaran jantungmu ketika dalam shalatmu. Ketahuilah dan rasakanlah, ketika itu juga detakan jantungmu. Aliran darahmu sehingga seakan engkau jaga dengan begitu ketatnya. Untuk mengontrolnya apakah dia berubah (tetap khusukkah atau malah berkhayal kian kesana atau kemari)
Jantung sering di sebut juga heart dalam bahasa asingnya.
Disanalah tempat berpusatnya kerajaan yang di dalamnya terdapat Qolbu. Tempat berpusat nya fikiran, jiwa, sekaligus ruh, maka disana jugalah tempat berpusarnya ruh yang di karuniakan allah untuk kita semua.
Sahabat ….
sesungguhnya jika segumpal daging itu bersih sesuai Fitrahnya, maka akan baik pula raga luarnya. Dan sebaliknya jika segumpal daging yang berada di sela rongga dada itu hitam maka rusaklah Niatnya ,ucapannya, dan raganya(perbuatannya),
Kita yang bersyahadah berupaya menjaga fitrahnya atau kesuciannya jangan sampai kerajaan yang semestinya milik Allah semata menjadi kerajaan pembendaharaan thogut.(syetan)
Karena syetan masuk dan berjalan melalui aliran darah sehingga betah dan bersemayam disana mengatur dan membisikan segala hal yang bertentangan dengan Agama yang kita yakini.
Adapun aturannya syetan(Agamanya syetan ) : syirik(musyrik) hasud, dengki, dan aniaya. dengan makanan yang lezatnya suatu kemunafikan, kekhilafan, yang komplit juga dengan selera menunya :
1. jika berkata dia bohong,
2. jika berjanji dia ingkari, dan
3. jika dia di percayai dia akan berlaku khianat”…!
4. jika melakukan sesuatu ria dan ingin di puji
Jantung itu jugalah, tempat refleks nya nafsu-nafsu, semakin dia berdetak keras dan kencang dengan aliran darah yang mengalir di seluruh tubuh melalui selang kecil yang sering desebut urat. yang jantung itu pulalah yang mengirim sinyal-sinyal melalui syaraf sampai ke pusat pemikiran yang baik/atau pemikiran buruk yang pada akhirnya di wujudkan dalam perbuatan dan ucapan. Namun ketahuilah detak jantung perintah syetan ini berbeda dengan derak jantung ketika orang yang sedang olah raga, karna sungguh yang kita bicarakan disini Adalah tentang kerohanian Dan Agama.

Ketika engkau ruku’

bersambung…………….

..
Iklan

Tentang SawahHikmah

Sawah Hikmah بسم الله الرحمن الرحيم Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Tafakur… Untuk meraih taufik dan hidayah-NYA…dan Semoga menjadi suatu ladang ibadah, dengan ikhlas serta mengharap Ridha-NYA…Dengan perendahan diri dan hati kepada-NYA…
Pos ini dipublikasikan di SAWAH_HIKMAH. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s